Posted by: Arif Budiman | Kamis, 26 Juni 2008

Sebuah Surat Edaran…

Saya benar-benar jengah dengan sebuah surat edaran yang saya temukan di salah satu surau (bagi yang protes: musala) di kampus saya. Saya kutipkan semua isinya, tanpa suntingan sama sekali:

PERNYATAAN SIKAP ABU BAKAR BAASYIR
Mengenai INSIDEN MONAS

Alhamdulillah, Shalawat dan Salam atas Nabi Junjungan kita Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya serta seluruh pengikutnya hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

(Q.S. Al Hujuraat:10)

Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Persaudaraan sesama mu’min bagaikan satu tubuh, apabila salah satu bagiannya terluka, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Amma ba’du.
Sehubungan dengan terjadinya INSIDEN MONAS pada tanggal 1 Juni 2008 berikut rentetan berbagai peristiwa lain yang terkait, maka saya Abu Bakar Baasyir memandang dan menyatakan sikap bahwa: Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Senin, 16 Juni 2008

Tentang Sebuah Film…

*Pingin nulis apaan ya, kok tidak ada ide…*
Ada Ide!
*Akhirnya menemukan ide… :-P *

Ini, mau cerita tentang film yang tadi siang di salah satu stasiun televisi. Filmnya berjudul “Cintaku Dikejar Deadline“. Judulnya sih, keren. Tapi filmnya bo… Membuat aku tertawa ngakak banget… Tapi ada hikmahnya juga loh

Ceritanya  begini Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Kamis, 12 Juni 2008

Malaikat…

Sebuah hari yang sangat menyenangkan buatku. Hari ini sebuah hari yang membuat aku sangat bersemangat dan bergairah lagi untuk hidup, setelah beberapa lama sebelumnya aku ibarat mayat hidup, yang hidup tanpa tujuan dan arah… Hari di mana tiga orang malaikatku memberikanku aura kehangatannya… Ya, semoga hari ini tidak berlalu begitu saja dampaknya bagi hatiku, dan semoga saja akan teringat sampai seterusnya…

Siang hari ini Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Minggu, 8 Juni 2008

Celoteh si Bocah

Ibu,
Aku ingin selalu terjaga
Menikmati indahnya kemerlip sang bintang
Di setiap malam
Sebelum mentari memakan sinarnya

Ibu,
Aku ingin selalu membuka mata
Menemani sang bulan dalam kerinduan
Menanti sang pungguk
Terbang menghinggap di purnamanya
Sambil bermain di bawah terangnya
Berkejaran, berlarian kesana bersama teman-teman

Ibu,
Aku ingin keluar rumah
Agar bisa nikmati keindahan yang ada
Hingga sang fajar tiba

Oh…
Tapi aku tahu, Ibu
Aku harus tidur saat ini
Meninggalkan semua keindahan malam ini
Menyongsong hal-hal indah yang lain
Di keesokan hari

Ibu,
Besok bangunkan aku lebih mula
Agar tidak terlambat masuk sekolah

Ibu,
Selamat tidur…

Surabaya, 9 Juni 2008
- Arif -

Posted by: Arif Budiman | Sabtu, 7 Juni 2008

Wujud Cinta Kepada Bangsa

Kembali lagi saya mempertanyakan sebuah rasa nasionalisme atau rasa cinta kepada tanah air kita. Masih adakah? Dan saya bersemangat, bahwa akhirnya masih ada yang bisa membuktikan bahwa rasa cinta pada budaya buatan negeri sendiri masih melekat di hati beberapa orang.

  1. Tadi siang saya melihat Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Rabu, 4 Juni 2008

Islam = Kekerasan?

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 1 Juni 2008 atau bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, terjadi insiden yang sangat memalukan saya sebagai umat Islam. Bagaimana tidak, organisasi yang membawa nama Islam, yang seharusnya bisa mencitrakan jati diri Islam yang sebenarnya yakni anugerah bagi semesta (rachmatan li’l-Âlamïn(i)), berlaku tak senonoh dengan mencederai saudaranya sesama umat Islam yang lain hanya karena perbedaan keyakinan. Ya, hanya karena perbedaan keyakinan saja harus ditebus dengan sebuah pertumpahan darah sesama saudara seiman. Padahal, kalau ditilik Kitab Sucinya dapat dikutip: “Bahwa untukmu keyakinanmu dan untukku sendiri keyakinanku” (Al-Käfirün:6). Orang berkata apapun, wajar lah kalau tidak sampai menyinggung ranah hak pribadi kita. Lah, setiap orang dianugerahi oleh Tuhannya mulut untuk berbicara kok…

Dan yang saya sesalkan adalah hanya karena Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Minggu, 1 Juni 2008

Senator???

Wah, malam ini sebuah tugas baru mulai kusandang. Jadi anggota Senat Mahasiswa Teknik Industri sebenarnya bukan pikiranku, dan juga bukan ambisiku. Namun apa mau dikata, kalau bukan karena Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Sabtu, 17 Mei 2008

Sebuah Perjuangan

Hidup ini sebuah perjuangan, kawan
Bagi orang-orang yang kelaparan
Hingga harus mengais-kais gundukan tanah
Demi sesuap makanan

Hidup ini sebuah perjuangan, kawan
Bagi orang-orang yang bergelandangan di jalanan
Dengan secarik kain penutup badan
Dari dinginnya angin malam

Hidup ini sebuah perjuangan, kawan
Bagi orang-orang yang terbutakan
Tak lagi pernah mengenyam pendidikan
Terjebak tuntutan kejar setoran

Hidup ini benar-benar sebuah perjuangan, kawan
Bagi orang-orang yang tiada berkebebasan
Terkungkung dalam realita yang kejam
Terpenjarakan oleh derasnya arus peradaban

Ahai,
Beginilah nasib orang-orang berkesusahan
Ditindas oleh keadaan
Tanpa memperoleh satu pun pengharapan
Hanya duka berselimutkan…

Sedangkan kita…
Tertawa terbahak-bahak sambil mata terpejamkan
Lalukan semua rintih dan tangisan
Bersukaria sendirian…
Akankah tetap kita berpangku tangan?

Surabaya, 17 Mei 2008
– Arif –

Posted by: Arif Budiman | Jumat, 9 Mei 2008

Nasionalisme Kita? Mana???

Setelah istirahat sambil nonton TV selama hampir setengah bulan, akhirnya bisa menyentuh komputer juga meskipun masih juga bukan komputerku sendiri :-P . Selama istirahat atau bisa disebut hibernasi (seperti beruang kutub saja, pakai hibernasi segala :mrgreen: ), aku menemukan banyak hal yang menjadi buah pikiran saya. Nah, lo… Tidak bisa dibilang hibernasi kan? Soalnya kalau hibernasi kan kerjanya makan - tidur saja… :-)

Salah satunya terjadi saat  hari… (LUPA DING… :mrgreen: ). Saat itu sedang panas dan ingin rasanya minum es kacang hijau buatan ibu kantin (dan atau bapak kantin? Halah… :mrgreen: ). Aku kaget, soalnya Baca Lanjutannya…

Posted by: Arif Budiman | Selasa, 29 April 2008

Belajar Sambil Bekerja

Tebersit kembali di benakku untuk bisa belajar sambil bekerja. Tidak tahu sih, lama-lama aku merasa sudah beranjak menjadi tua eh, dewasa, dan harus sudah mulai mencari uang sendiri, terutama setelah kehilangan ponselku untuk yang kedua kalinya :cry: . Bukan sok bisa membagi waktu, sok kuat bekerja, tapi Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori