…
Diam
Hanya bisa diam
Duduk terdiam
Berdiam
Selalu saja diam
…
Lalu diam…
Akankah semua terdiam?
Melihat aku diam?
Diam?
Tidak! Jangan diam!
Surabaya, 3 Maret 2008
– Arif –
…
Diam
Hanya bisa diam
Duduk terdiam
Berdiam
Selalu saja diam
…
Lalu diam…
Akankah semua terdiam?
Melihat aku diam?
Diam?
Tidak! Jangan diam!
Surabaya, 3 Maret 2008
– Arif –
Ditulis dalam Diri, Pribadi, Seni Budaya | Tag: diam, puisi
Diam berarti mati !
Maka bergeraklah
meski harus merangkak
[salam kenal dari saya]
Oleh: syelviapoe3 on Selasa, 4 Maret 2008
at 9.43
Bicaralah jangan diam…
Ngeblog lah…jangan diam!!!
Oleh: indra1082 on Selasa, 4 Maret 2008
at 15.39
Adanya GERAK bermula dari DIAM…
Jadi mana yang dulu…??
Diam atoh Gerak…??
Diam adalah TAFAKUR…
Gerak adalah Mengisi kehidupan ini
Maka bergeraklah dengan SALAM….
Lalu…DIAM…sebagai JIWA yang TENANG
Menanti MAUT menjemput dalam DAMAI….
Gerak sudah tak ada lagi…
Yang ada cuman HENING…Manunggal…
DIAM dalam BALUTAN Asma, Sifat dan Af’Al-Nya..
Ngelimpruk….koyo Sarung…
Oleh: Santri Gundhul on Selasa, 4 Maret 2008
at 17.04
yo…spakat sama 3 komen di atas saya ini
Oleh: nuha on Selasa, 4 Maret 2008
at 22.00
loro untu? yo wes menengo hehehe
Oleh: Tumes_semuT on Jumat, 7 Maret 2008
at 1.30
>syelviapoe3
Mending ngesot saja kaya suster ngesot…
>indra1082
Setuju!!! Dukung Mas Indra!!! Nah lo…
>Santri Gundhul
Diam adalah ruh kebergerakan. Bukan karena tidak bisa bergerak kita diam, namun kita diam untuk menyiapkan pergerakan… Dan benar, pergerakan itu adalah untuk mengisi kehidupan…
>nuha
Setuju apanya?
>Tumes_semuT
Dudu lara untu, tapi lara ati, maca komentare Njenengan… *dikejar sama mas Tumes_semuT sambil bawa golok*
Oleh: Arif Budiman on Senin, 10 Maret 2008
at 15.30
diam itu mungkin emas..tapi boleh jadi juga cemas
Oleh: toeti on Selasa, 11 Maret 2008
at 16.23