Dua hari yang lalu – kalau tidak salah – saya tak sengaja membaca kalender dan menemukan fenomena yang aneh: cuti bersama! Ya, saya bilang aneh – mungkin orang bilang tidak aneh – karena, sepertinya cuti bersama sudah menjadi tren di masyarakat, utamanya para pegawai negeri bidang kepemerintahan. Sedikit-sedikit cuti, sedikit-sedikit cuti, lalu mau jadi apa negeri ini? Bayangkan, kalau dihitung-hitung jumlah hari cuti bersama kurang lebih 1/2 kali jumlah hari cuti sebenarnya. Waw…
Jadi ingat saat para guru demo meminta kenaikan gaji kepada pemerintah. Lah, yang ini sedang memperjuangkan nasibnya, yang lain tidak acuh dengan berleha-leha menikmati datangnya cuti bersama. Nah, lo… Tidak prihatin begitu?
Dan lagi, apakah tidak cukup dengan libur Sabtu dan Minggu, sementara pegawai negeri yang lain (seperti guru dan mantri puskesmas) hanya menikmati libur hari Minggu saja? Apa masih kurang? Kalau masih kurang ya mending tidak usah jadi pegawai negeri, jadi pengangguran saja, kan enak setiap hari bisa libur…
Iya memang, sepertinya bangsa Indonesia juga menjadi bobrok karena ini: SUKA BERLIBUR! Coba tanyakan pada anak-anak sekolah, suka mana mereka antara masuk sekolah dengan libur? (Lah wong pas masuk sekolah saja diewangi mbolos juga kok…) Juga kepada yang lain, kepada pegawai negeri, dokter rumah sakit, dosen perguruan tinggi, dan lain-lain… Pasti jawabannya hanya satu: SAYA LEBIH SENANG LIBUR! (Dan mungkin aku juga…
)
Hahaha, memang begitulah Indonesia…


klo banyak libur berbanding lurus dengan hasil kerja sih ok2 aja… trus bagaimana dengan kita???
Oleh: Malecious Genius on Kamis, 13 Maret 2008
at 0.54
Hehehe… Mardies kalo kuliah juga bilang “horeee!” kalo dosennya gak masuk.
Oleh: Mardies on Kamis, 13 Maret 2008
at 5.19
libur itu jadi asyik coz jarang. coba tiap hari libur, pasti kagak asik lagi deh liburnya, to kan….
Oleh: nuha on Kamis, 13 Maret 2008
at 7.51
paling enak libur terus…
Oleh: peyek on Kamis, 13 Maret 2008
at 21.46
Cuti ya?? wah asyik donk..main2 donk ke sini
Oleh: indra1082 on Jumat, 14 Maret 2008
at 13.06
Kalo libur truz mah…ane juga mau. Tul gak…? Ya itu mungkin introspeksi bagi kita semua, bahwa syetan itu pada dasarnya mengajak kita kepada kebaikan, tetapi mungkin saja caranya yang salah. Kayak libur tadi, syetan mengajak tuk mengistirahatkan sejenak tubuh kita setelah sekian lama beraktivitas. Tapi….? eh, boleh minta nomer hp “anti” gak…?hehehe……
Oleh: ali muhson on Senin, 16 Juni 2008
at 16.24