Sepuluh hari yang membuatku puas… Banyak pelajaran yang aku dapatkan di kala kesepuluh hariku pulang ke kampung halaman tersebut. Bertukar pikiran dengan Bapakku tercinta, menghasilkan banyak sekali pelajaran baru buatku.
Salah satunya adalah tentang sebuah arti kehidupan menurut Quran. Bahwa hidup adalah sebuah tempat “kepura-puraan” atau “sandiwara”, “saling menyombongkan diri” dan “penipuan”. Eits, tunggu dulu. Ini penjabarannya:
- Kepura-puraan maksudnya adalah bahwa hidup ini sebenarnya adalah kosong, tidak ada artinya bagi kita semua. Kita mencari harta dan menumpuknya sebanyak-banyaknya adalah sejatinya kosong. Kita mencari gelar dan jabatan setinggi-tingginya adalah sebenarnya kosong. Kita bernapas pun sebenarnya adalah kosong. Jadi, sebetulnya semuanya adalah kosong, kecuali Yang Maha Agung yang mempunyai kuasa bagi seluruh alam, tak terkecuali manusia.
- Saling menyombongkan diri maksudnya kita hidup hanya dikejar oleh rasa ingin membanggakan diri sendiri. Punya sesuatu yang sedikit pun apabila dirasakan baik baginya cenderung ingin ditunjukkan kepada orang lain. Rasa kebanggaan terhadap diri sendiri (dan juga bisa membanggakan orang lain atau harta benda yang dimiliki) itu tidak dapat dipungkiri melekat pada diri semua manusia tanpa terkecuali.
- Penipuan. Yang dimaksud penipuan di sini adalah, bahwa nikmat yang dirasakan di dunia adalah sebenarnya bukan nikmat yang langgeng, hanya nikmat semu dan sesaat. Namun itu dirasakan nikmat dan cenderung dengan senang hati dilakukan oleh manusia. Sedangkan nikmat yang sebenarnya adalah nikmat akhirat, yang di dunia adalah dirasakan bukan sebagai nikmat oleh manusia melainkan sebagai sebuah beban atau tuntutan. Sehingga, manusia cenderung untuk meninggalkannya.
Kehidupan di dunia ini hanyalah dapat dirasakan bukan sebagai ketiga hal di atas oleh orang yang benar-benar tidak memikirkan ketiga hal yang di atas, melainkan menyandarkan kesemuanya kepada Yang Esa. Sedangkan untuk bisa melakukan itu, manusia harusnya mempunyai dua kunci hidup, yakni SABAR dan SYUKUR (Sesuai dengan konsepku pribadi, namun sekarang aku tambahi satu lagi jadi 3S: SADAR, SABAR, dan SYUKUR).


semakin banyak pelajaran hidup yang kita dapat, menyenangkan…
Oleh: mybenjeng on Sabtu, 12 Juli 2008
at 11.39
Karena baru setelah kita sadar, kita bisa menjadi penuh kesabaran dan akhirnya bisa bersyukur..
Oleh: koko on Minggu, 13 Juli 2008
at 6.52
setuju dgn komennya mas Koko,kang.
*************lj*************
bagaimana khbrnya,mas.
sdh lama aku tak berkunjung pada ruang kamar katamu ini,mas.
salamku.
Oleh: langitjiwa on Selasa, 15 Juli 2008
at 23.43
ayo, siapa yang mau masih hiduP?? hehehe…
Oleh: t4rum4 on Kamis, 17 Juli 2008
at 10.33
> mybenjeng
Betullll……..
> koko
Sama betull juga…
> langitjiwa
Kabarku baik-baik saja. Sama, lama sudah tidak blog-walking…
> t4rum4
Ya semua orang lah…
Oleh: Arif Budiman on Kamis, 17 Juli 2008
at 18.54
lha iman kan katanya terbagi dua, sabar dan syukur. dua aja dijalani sudah masuk kaum beriman…
Oleh: sitijenang on Jumat, 18 Juli 2008
at 10.52
terima kasih dik arif atas masukannya… sangat berguna sekali untukku.
Oleh: Resi Bismo on Selasa, 22 Juli 2008
at 14.16
yang pasti, keduniaan ini jg harus kita cari, tdk hanya akhirat. walaupun hidup merupakan sebuah panggung sandiwara.
Oleh: |hhcc| on Minggu, 10 Agustus 2008
at 18.45
IIIhhh,,Bagus LAh anda bikin,,bagrund and Berita tentang arti kehidupan…..Smoga kedepan anda Akan Suxes…SLLAlu…Amien,
Oleh: jakka gudeg on Jumat, 26 Desember 2008
at 10.23
sadar sabar syukur itu semua adalah kunci untuk kehidupan manusia yang nantinya bakal tercapai apa yg akan diinginkanya .
Oleh: engkus on Rabu, 14 Januari 2009
at 0.36
arti kehidupan sesungguhnya berasal dari kita yang menjalaninya, walau kadang semua orang mengatakan bahwa hanya sekedar mimpi ja? tapi ingat bahwa arti kehidupan sesungguhnya kita harus bersyukur atas nikmat yang diberikan dari Allah kita hanya dapat menjalaninya dan Allah-lah yang mengaturnya, kita sebagai manusia gak bisa apa2 atas kehendak dri yang kuasa.
Oleh: anggykurnia on Sabtu, 24 Januari 2009
at 21.38
kehidupan memang kadang membuat manusia lalai dalam mengingat amanah yang di embannya?sejatinya kata ustadz arifin ilham”hidup ini bukan untuk hidup,hidup juga bukan untuk mati,hidup ne untuk Yang Maha Hidup dan mati itulah untuk hidup” namun,semua tergantung manusianya mau bagaimana menafsirkan arti kehidupan itu sendiri
Oleh: mian on Jumat, 8 Mei 2009
at 20.27
ya bener hidup di dunia penuh dengan hal di atas tergantung karang kita menyikapinya..?
Oleh: della on Jumat, 3 Juli 2009
at 21.51
Sungguh luar biasa kta untdz aripin ilham!nmanya mrip aq ya!mdh2han aq bisa sprti dia!!amien
Oleh: Aripin on Senin, 6 Juli 2009
at 13.12
hidup tidak hanya untuk mencari kesenangan, maka sayangilah org yg kamu sayangi.
Oleh: sugeng on Sabtu, 11 Juli 2009
at 15.15
hidup itu adalah sebuah permainan yang selalu bisa berubah2 suatu saat.karena hidup itu jgn lah disiasiakan.
Oleh: ruli on Kamis, 16 Juli 2009
at 21.48
hidup adalah sesuatu keindahan yang diberikan oleh tuhan, karena itu jgn lah mempermainkan kehidupan ini.
Oleh: ruli on Kamis, 16 Juli 2009
at 21.50
SETIAP HIDUP PASTI ADA SUSAHNYA
Oleh: raharjo on Selasa, 21 Juli 2009
at 13.41
BAGUS …. ! KEMBANGKAN TERUS KARYA – KARYA MU NAK ?
Oleh: ikhsan on Selasa, 8 September 2009
at 13.26
makasih ya ama artikelnya bagus banget tuh
Oleh: Garcia on Senin, 14 September 2009
at 14.08
Menurut saya pendpatnya sangat bagus karena Alhamdulillah saya jadi lebih tau tetang arti hidup ini.terima kasih
Oleh: Puput on Kamis, 24 September 2009
at 5.53
Saat ini q sdg b’usaha mencri jti diriku, dlm upaya mengorek arti kehdpn yg sesungguhnya…
Km adl insirasiku!
Oleh: Iim on Kamis, 1 Oktober 2009
at 10.37
kehidupan adalah tantangan
Oleh: dwiharja on Jumat, 9 Oktober 2009
at 16.23
artikel ni bantu saia ngrjaun tgs .. mksh .
Oleh: pety on Minggu, 11 Oktober 2009
at 20.47