Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
dan handaitaulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai…
Mungkin sepenggal lagu tersebut mengingatkan kita akan keadaan sebuah desa yang masih asri, tempat kelahiran yang kita banggakan, tempat menetap ayah dan ibu kita, tempat kita merasakan keriangan semasa kecil…
Desa kelahiranku adalah Desa Doudo, terletak di wilayah Kecamatan Panceng, Gresik Utara. Desaku ini khas sekali dengan tanaman jambu monyet dan telaganya – Telaga Doudo – yang… katanya agak sedikit angker sih… Keunikan lainnya adalah walaupun tanah pertaniannya mencapai hampir 2/3 luasnya, desaku tidak mempunyai tanah sawah sama sekali, yang ada hanyalah tegalan dan ladang. Juga tentang kelangkaan airnya, di mana hanya ada satu mata air yang dinamakan Laga Geneng – tapi airnya hanya merembes (nggeneng dalam bahasa Jawa) - serta kalau membuat sumur harus mengebor bermeter-meter jauhnya
(Mungkin dari sinilah dinamakan Doudo, dari “doh” – jauh- dan “uda” – air – )
Desaku ini punya bahasa yang khas, bahasa yang merupakan percampuran dari bahasa Jawa logat Gresikan, bahasa Jawa logat Tubanan, bahasa Jawa logat Kidulan (?) , bahasa Madura, sedikit bahasa Bugis Makasar (?) , dan sedikit Arab (?) – ngawur juga sih sebenarnya - yang akhirnya kunamakan sendiri “Bahasa Jawa logat Doudoan”
, soalnya bahasanya terlalu campur adukwalaupun sebenarnya maksa banget . Kalau mau lihat keunikan bahasanya, klik nih di sini
Mungkin ini sekelumit tentang desaku… Semoga penasaran dan mau berkunjung…


subhanallah sekali ya……
tinggal di desa emang tentram banget….
eh mas, bahasa jawa logat doudoan kya gmana?
heuheu
Oleh: everythingisposible on Minggu, 30 Desember 2007
at 14.04
aku juga anak desa lho, yg baik hati dan tidak sombong. wkaka…
Oleh: akafuji on Selasa, 29 Januari 2008
at 12.15
iku foto desone sopo?kok apik temen
Oleh: Tumes_semuT on Senin, 4 Februari 2008
at 2.20
*mikir*
Desa di luar negeri kaya apa ya?
Oleh: guitarlover on Senin, 4 Februari 2008
at 14.31
jadi rindu kampung halaman nih
Oleh: vere on Selasa, 24 Juni 2008
at 19.22
Oleh: bom2 on Senin, 4 Agustus 2008
at 9.04
Assalamu’alaikum Wr Wb
Subhanallah, Sebuah lagu yang sangat dekat dengan kita rakyat indonesia
Ada MP3ny Gak???
Lagi Nyari tapi ga’ ada”
Trims
wassalamualaikum Wr. Wb.
Oleh: Izzul on Jumat, 15 Agustus 2008
at 16.06
membaca ulang lagu itu mengingatkanku pada masa kecilku. pada saat itu aku masih di perantauan, tepatnya di sulawesi selatan. transmigrasi mengikuti orang tua. aku sekolah SD di sana, nama SD Rantemario,Luwu, Sulawesi Selatan.
guruku (tentusaja) yang mengajarkanku lagu itu.
Oleh: samunji on Selasa, 9 September 2008
at 1.00
Lagu itu mengingatkan kita dengan desa kita , yaitu desa tempat dimana kita dan orangtua kita dilahirkan. Saat ini jumlah penduduk desa sangat sedikit karena banyak orang – orang yang merantau ke kota untuk mencari nafkah. sebenarnya apabila kita cinta terhadap desa kita , seharusnya kita membantu memajukan pembangunan di desa.
Oleh: neneng d f on Jumat, 7 November 2008
at 20.12
gimana klo desa kita ganti namanya?????:D:D
masalah air gak ada masalah sekarang???
Oleh: rozaq on Senin, 10 November 2008
at 22.26
Desa Doudo, saya kira kalau di Minangkabau atau di dekat Manado? Malah seperti nama Itali?Tapi kok ada banner ‘blogger ng-Gresik’? Kiranya memang di Gresik ya? Karena di ujung timur utara Jawa deket Madura kanaya logatnya unik ya? Termasuk nama desa itu, Doudo, saya mau selip ngucap mjd “dho wudo” = pada telanjang.. he..he..
Oleh: Kang Nur on Sabtu, 13 Juni 2009
at 12.34
ok
Oleh: dwiharja on Jumat, 9 Oktober 2009
at 16.29