Oleh: Arif Budiman | Sabtu, 24 November 2007

Ketika Pendewasaan Dibutuhkan…

Saya berulang kali ingin bertanya, bagaimana sih kriteria orang dibilang dewasa???

Apakah orang yang bercambang dan berkumis lebat, atau berpayudara dan berpinggul besar???

Apakah orang yang bisa menggaet lawan jenisnya masing-masing???

Apakah orang yang bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri???

Apakah orang yang bisa berpikir ini itu dengan seribu macam alasan??? (Nah, ini yang sering digaungkan orang sebagai kriteria orang “dewasa” tapi menurut saya tidak)

???

Saya sendiri sebenarnya rancu tentang kriteria orang bisa disebut dewasa. Maklum lah, orang yang baru seumur bawang seperti saya mana tahu tentang dewasa-dewasaan. Wong yang sudah dewasa saja belum mengerti kok

Tapi, menurut pemikiran saya sendiri, dan mudah-mudahan pikiran ini benar, yang dimaksud dewasa adalah orang yang SADAR akan tanggung jawab yang sedang dan akan dipikulnya, menjalankan dengan sepenuh hati sesuai dengan kadar kemampuan yang dipunya, dan yang tidak melakukan lempar batu sembunyi tangan…

Kadang saya sendiri bingung, banyak orang yang berkoar-koar kalau dirinya SUDAH DEWASA tapi secara pengertian yang saya ungkapkan tadi terbukti BELUM DEWASA SAMA SEKALI. Bahkan, dengan bangganya mereka tadi menertawakan orang yang kadar kedewasaannya mereka anggap belum mumpuni seperti mereka, tanpa berkaca pada dirinya sendiri, “Sudahkah saya benar-benar dewasa???”

Makanya, sebenarnya mental-mental yang busuk seperti di atas perlu diadakan suatu upaya PENDEWASAAN. Saya sih sebenarnya bukan merasa sok benar (walaupun mungkin kenyataannya begitu), tapi yah bagaimana lagi. Daripada seterusnya dibiarkan seperti itu dan beranak-pinak seperti Amuba dalam got yang jorok, lebih baik kan diberantas habis biar tak tersisa… Nah masalahnya, pendewasaan yang bagaimana sih yang diperlukan??? Saya rasa setiap diri pribadi tahu apa yang diperlukan oleh masing-masing diri. Karena tidak ada yang bisa menjadikan suatu diri menjadi dewasa selain diri itu sendiri… Yang sekarang diperlukan adalah SET UP POLA PIKIR kita yang nyata-nyata kacau tentang suatu kedewasaan…


Responses

  1. sebenarnya tergantung parameternya atau dari sudut pandang mana kita melihatnya.. misal kita melihatnya dari sudut pandang umur, pola pikir, pola perbuatan dll… yang ujung-ujungnya “tergantung persepsi masyarakat”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: