Oleh: Arif Budiman | Rabu, 5 Desember 2007

Sebuah Renungan…

Suatu hari di toko pecah-belah, seekor laba-laba berjalan dengan gontai di langit-langit toko. Ia sekarang sudah kehilangan semangatnya untuk hidup, dikarenakan ia sebatang kara ditinggal ayah-ibunya pergi tak tahu kemana. Sebuah cangkir indah berukir terus saja mengamatinya, dan sejenak kemudian memanggilnya.

“Hei, ada apa kamu? Kok kelihatannya tidak bersemangat???”

Si laba-laba menjawab, “Aku mau mati saja… Dunia ini sudah tidak lagi bersahabat dengan aku…”

Cangkir bertanya, “Mengapa? Ada apa?”

Si laba-laba menjawab sambil tersengguk-sengguk, “Aku sudah tidak kuat dengan berbagai cobaan yang diberikan Tuhan kepadaku. Tuhan mengaruniakan aku keluarga, tapi kemudian merenggutnya dari diriku dengan kejam…”

Cangkir kemudian menjawab, “Dulu aku juga pernah sepertimu, bahkan lebih berat. Aku dulu seonggok tanah yang nyaman bersama teman-temanku. Kemudian, aku diambil oleh seorang tua yang ternyata itu adalah tukang porselen. Aku diinjak-injak, aku diremas-remas… Dan tak cukup, aku dimasukkan ke dalam tungku sampai membara!!! Saat itu aku menangis tersedu-sedu, dan merasa juga Tuhan berbuat jahat kepadaku. Aku pun terus menangis, tapi Pak Tua itu tak mendengarku… Aku terus saja diukir dengan tatah… Dan dilumuri dengan pelapis… Waktu itu hatiku sudah hancur… Namun, Pak Tua tetap saja menganiayaku. Akhirnya, setelah semuanya usai, aku diletakkan di etalase, di depan sebuah cermin. Dan aku terkejut!!! Tubuhku menjadi indah seperti sekarang ini… Aku pun langsung tersungkur memohon ampun kepada Tuhan, dan berulang kali memuji-puji Pak Tua itu…

Nah, saudaraku… Akankah engkau akan sama seperti aku??? Jangan saudaraku, mungkin ini hanyalah suatu cobaan Tuhan buatmu… Sabarlah saja, pasti Tuhan akan membalas semuanya…”

Dan laba-laba akhirnya pergi, setelah berkali-kali mengucapkan terima kasih atas nasihat yang telah diberikan oleh cangkir porselen…

Kesimpulan: Yang sabar ya jika menghadapi sebuah permasalahan hidup… Semangat!!!:mrgreen:


Responses

  1. Agh iya.. terima kasih
    sudah diingatkan.. apalagi orang kayak saya yang nggak sabaran!

  2. Wekeke… Isa ae cak Peyek iki😆

  3. semoga aku bisa jadi cangkir-cangkir yang laen hehehehe rada-rada narsis nih🙂

  4. Ya, dan semoga jangan kesenggol sama Pak penjaga toko, biar nggak pecah😆

  5. belum baca tapi pengen comment, hehe..iseng aja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: