Oleh: Arif Budiman | Selasa, 5 Februari 2008

Pandega?

Weeheheheh… Tebersit kembali di pikiranku setelah teman-temanku di racana kembali “umeg” tentang kapan yang belum jadi Pandega mau sidang kenaikan. Menjadi dilematis memang kalau dikaitkan dengan diriku. Aku?

Secara semuanya sih menurutku belum pantas – atau belum siap – menjadi seorang Pandega. Sifatku yang masih kekanak-kanakan, umur yang masih muda sekali, pemikiran yang masih picik, dsb. Tapi… Kok masih saja ada yang bertanya “Kapan kamu mau disidang?” Hah? Tidak salah?

Memang sih karena keterbatasan jumlah Pandega membuat yang belum jadi Pandega “diobrak-obrak” untuk secepatnya jadi Pandega (dan itu terjadi pada sebagian besar racana yang berpangkalan di perguruan tinggi). Namun, tetap perlu diingat bahwa Pandega adalah seorang dewasa muda. Ya… kalau belum dewasa, baik fisik maupun pemikiran, manatah boleh dilantik jadi seorang Pandega?

Sebenarnya maksud hati ada keinginan untuk segera dilantik – yang pasti dengan melalui sidang kenaikan tingkat – , tapi ya tadi… Setelah timbang-menimbang dengan diriku sendiri, akhirnya aku memutuskan untuk menunda semuanya hingga aku siap, lahir batin. Aku tidak akan membohongi diriku sendiri bahwa aku belum dewasa, dan belum pantas menyandang tanda pelantikan di kedua bahuku.

Pandega? Tunggu dua tahun lagi lah:mrgreen:


Responses

  1. Kenapa harus nunggu 2 tahun lagi dik? Lama kalee…Bukannya justru jadi tantangan?
    Dengan jadi pandega, sifat childishnya yang harus dibuang jauh-jauh. Lalu diganti dengan sifat dewasa di segala situasi.

    Memang kalo di pramuka, pandega tuh strata yang paling tinggi yach?

  2. >heniwisma
    Bukan Mbak… Yang paling tinggi itu Pembina… Lah, Pandega itu dipersiapkan menjadi calon Pembina baru gitu…
    Alasan masih belum pingin jadi Pandega: belum siap lahir batin…😆

  3. Maaf mau tanya.. pandaga itu apa yach ??? ( masiih bingung!!!!) maaf kalo salah nanya…

    But… lam kenal yach panaga…🙂

  4. Eh salah pandaga.. opzz sori…

  5. >Tedy Winanto
    Heheh…
    Pandega itu salah satu tingkatan dalam kepramukaan… Termasuk ke dalam golongan dewasa muda, yang dipersiapkan menjadi calon-calon Pembina Pramuka… Gitu..

  6. waaaahhh, . salut deh sama kamu rif, . .*tepuk tangan* hari gini jarang lho ada anak muda yang interest sama pramuka, . .Bravo!

  7. Yoh…yoh….
    Nuruti KAREPING ATI kuwi luwih BECIK ketimbang nuruti karepe NAFSU…Pangkat, Jabatan lan Kedudukan…biso-biso mundhak Ndlomprongne lakumu

    Terusno olehmu mlaku JEJEG…..gak sampek 2 tahun klu kuwi wis jatahmu yo bakal KECANDHAK….

    Gubarghk….tibo soko amben.

  8. hmm.. pandega… such a great experience…

  9. Wah harusnya jangan nunggu dewasa-nya datang dulu. Justru dengan mengikuti Pandega sikap dewasa itu akan terbina sedikit demi sedikit. Seperti para peserta Raimuna X Kwartir Daerah Jawa Tengah 2009 ini. Yang semula masih banyak yang kekanak-kanakkan mulai bisa mandiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: