Oleh: Arif Budiman | Sabtu, 9 Februari 2008

Kenyataan yang Saya Dapat Hari Ini

Beberapa kenyataan menarik yang  saya dapatkan hari ini:

1. Ternyata saya baru saja sadar setelah membaca sebuah artikel di internet, bahwa tanaman-tanaman semak, pepohonan liar, dan rerimbunan, yang sebenarnya mempunyai kegunaan bagi kita, ternyata kian hari kian sulit didapat! (Atau mungkin sudah punah?)

Jadi teringat masa dulu, sangat mudah sekali mendapatkan buah Bembem di pager (sebutan untuk pembatas antartegalan yang berupa rerimbunan semak)… Setiap kali pulang dari alas (tegalan dalam bahasa Doudo), pasti saya menghentikan laju langkah di samping semak Bembem, dan mencari buah Bembem yang matang. Memang buahnya tidak terlalu enak sih, tapi suka saja mencarinya…😛

Atau buah Bogem (= Rukem?) yang meski semaknya berduri namun buahnya yang enak tetap membuat ingin memetiknya… Atau juga buah Bentengan dan Trenggulun, yang katanya Bapakku biasanya kalau pas ngarit biasanya banyak dicari… Atau juga buah Juwet, Kecacil, dan Dara, yang pada masa dulu jadi “incaran” para bocah yang mengejar layang-layang sampai ke alas-alas

Belum lagi Urang-aring, Semanggi, Jempirut, dan masih banyak lagi… Ah… Akankah semua sejarah itu punah seiring langkanya buah-buahan semak dan tumbuhan liar tersebut?😥

2. Ternyata ada yang menarik tentang Petanggalan versi Jawa. Jumlah hari dalam setahun pada Petanggalan Jawa adalah 354 3/8 hari, sehingga harus ada 3 tahun kabisat dalam sewindu (dalam hal ini diwakili oleh Tahun Ehe, Je, dan Jimakir). Ini berbeda dengan perkiraan kita, bahwa kita menganggap petanggalan Jawa adalah menjiplak total petanggalan Hijriah. Kenyataannya, petanggalan Hijriah hanya memiliki jumlah hari dalam setahun sebanyak 354 11/30 hari. Hal ini menimbulkan koreksi dalam petanggalan Jawa agar sesuai dengan petanggalan Hijriah, yakni dengan memajukan sehari setiap 120 tahun (seperti pada Tahun Dal 1935).

3. Ternyata, Pemkab Bulungan membuat link “Kamus Bahasa Banjar” di situs resminya. Hal itu patut diacungi jempol, karena sangat mendukung pelestarian bahasa Banjar sendiri, sekaligus dapat mendongkrak penutur bahasa Banjar. Sampai saat ini, saya baru menemukan situs Pemkab Bulungan ini sebagai satu-satunya situs yang mencantumkan kamus bahasa daerahnya sendiri. Secara tidak langsung hal itu menunjukkan keseriusan Pemkab Bulungan untuk melestarikan budaya daerahnya sendiri. Semangat buat Pemkab Bulungan!


Responses

  1. bahasa banjar yg kyk gimana sih? adanya dikawasan mana tuh? jawa timur yach? mirip2 bahasa madura tidak?

  2. Banjar Mas… Kalimantan Selatan…
    Bahasanya, lihat saja di Situs Pemkab Tabalong, jangan lihat di sini

  3. waduh…bembem, Bogem, Juwet, Kecacil, dan Dara…belum tau bentuknya kayak apa kok udah punah ya😦

    taunya istilah ‘bogem mentah’😀

    pakabar, kak ?🙂

  4. Belum punah sih, cuma sudah jarang…
    Kabar baik nih, Kak… Maaf jarang berkunjung ke blog-nya Kakak…:mrgreen:

  5. orang Jawa kuno setahu saya memang gak pernah asal jiplak atau menghindari asal njeplak. kalo hari ada 7 itu kayaknya dari tradisi romawi yang kemudian diadopsi hijriah. kalo Jawa sendiri sepekan ada 5 hari. siklusnya beda lagi tuh. setelah bikin penanggalan baru, akhirnya muncul weton (siklus 5 hari). dari dua hal aja bisa muncul perhitungan-perhitungan macam-macam. belum lagi kalamangsa dll.

  6. wah, wah aku tahunya juwet ma ciplukan…

  7. Yoh..koyone akibat pergeseran dan perubahan jaman lan perkembangan jumlah Menunso. Sehingga banyak Tegalan ( Karangan ) yg harus dijadikan perumahan. Akibatnya yah Buah-buahan asli Negeri ini sudah mulai punah. Juwet, Rukem, Kebembem, Cemplonan, Ciplukan, Salam, Wuni kini sudah tidak ada lagi di Pasaran.

    Halah…halah…jadi inget masa kecil aku ketika menek ( manjat ) pohon Wuni dan Salam aku TERJATUH dan digotong konco-konco….

  8. kebudayaan harus dijaga kelestariannya (nguringuri kabudayan) tapi masalah kenyataan yang ada memang demikian.
    ape mo dikate………………………?????

    contoh
    sekolah dulu pakai sabak….. terus buku….. terus laptop……. terus hologram……. terus dan terus dan terus dan terus ga tahu dech

    ikuti aja jalanmu.
    salam kenal bloger tanpa tulisan

  9. tolong dong kalau ada yang tahu dimana ya ada pohon trenggulun ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: