Oleh: Arif Budiman | Minggu, 24 Februari 2008

Huh…

Yah… Sebuah kesalahan fatal mungkin, diriku memutuskan untuk tinggal di sanggar lama Pramuka… Padahal dulu demi idealismeku – dan juga tidak dapat kupungkiri, demi kantongku – serta karena bujuk rayu teman-teman Pramuka, aku bersedia untuk tinggal dan mencoba merawat sanggar lama. Pikirku waktu itu, lumayan… Intensitas diriku ke sanggar kuharapkan makin besar dengan aku tinggal di situ… Terus, aku bisa belajar mandiri, dengan bisa masak dan merawat rumah, bahkan aku berandai-andai untuk bisa menghasilkan sebuah karya di situ.

Namun malang. Semua itu hanya sebatas perandai-andaian. Malah penyakitku semakin menjadi-jadi… Penyakit yang selama ini aku sudah berdoa untuk tidak kambuh lagi… (Oh… Tuhan Mahaasih… Semoga penyakit itu tidak kambuh kembali lagi… Amin…)

Dan yang semakin aku tak habis pikir, mungkin juga keberadaanku di situ dijadikan kambing hitam anak-anak untuk tidak membersihkan sanggarnya… Dengan dalih “Kan tugasnya penghuni sanggar…” Huh… Membuat aku semakin geram…

Malahan, dua hari yang lalu, aku melihat seluruh isi sanggar lama diacak-acak oleh seseorang atau mungkin beberapa orang yang tidak bertanggung jawab (dan, secara tidak bertanggung jawab juga mengacak-acak lemari pakaian dan membawa sandal jepitku yang baru saja kubeli…) Huh… Apa sih yang dimau?

Aku ingin marah, tapi marah pada siapa, aku tak tahu. Mungkin juga orang itu mau membuat aku kapok untuk tinggal di sanggar lama… Atau mungkin juga dia marah sebab aku jarang – mendekati tak pernah – datang ke sanggar baru… (Padahal ini karena aku sedang dalam masa pemulihan penyakitku, ditambah juga sibuk mengerjakan tugas praktikum) sedangkan kunci sanggar lama selalu kubawa… Aduh… Mungkin benar-benar sanggar lama (atau mungkin juga Pramuka?) ini tempat yang tidak cocok buatku…

Tapi aku harus melakukan apa? Mungkin jalan terbaik aku harus kos lagi… Dan lagi-lagi, masalahnya adalah finansial… Uangku sekarang sudah menipis, bahkan untuk bayar SPP pun sudah tak ada cadangan… Di sisi lain, aku sebenarnya mungkin terlalu bodoh karena juga masih saja berharap agar teman-temanku mau mengerti posisiku, dan mengerti bagaimana seharusnya perlakukan aku, walaupun sampai saat ini aku belum menemukan itu…

Baik. Mungkin ini cobaan Tuhan. Tapi sampai kapan?

Mungkin waktu yang akan bisa menjawabnya…


Responses

  1. sabarlah… kalau ingat posisi kamu sih aku juga tau rasanya kayak gmn. aku ada saran lho buat kamu.
    1. jangan bersedih dulu
    2. buat deal ma temen2 kamu
    3. berdoa semoga mereka terbuka pintu hatinya.🙂

  2. salam pramuka kak!! masak sih, gr2 aktif di kepramukaan jadi tambah sakit2an?? hrznya uda prepare sbelum aktivitas di luar!!

  3. yang sabar ya rif, tiap orang punya cobaannya masing2 kok,…yang pasti, keep on positive thinking, ikhtiar dan berdoa. insya Allah, selalu ada jalan keluarnya. tetep semangat!

  4. salam prramuka.
    sahabat jadikan ini sebagai pelajaran didunia ini,janganlah engkau menyesal dengan keadaan ini,ini insyaaallah sebagai pengabdian kita sbagai anggota pramuka karena kita dibesarkan dipramuka jadi kita jga harus berkorban utk pramuka.Suatu saat pasti akan dapat diambil manfaatnya>Selamat Berjuang doakumenyertaimu

  5. SALAM PRAMUKA!!!
    sabarlah kak mungkin memang dirimu sedang diuji ma Tuhan, karena orang2 yang sabarlah yang disayang Tuhan.hehe
    wa……….hh selamat berjuang j yaaa………
    semoga sukces key…..$$%%^
    SEMANGAT!!!!!!!!!!!!SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!
    SALAM PRAMUKA!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: