Oleh: Arif Budiman | Senin, 3 Maret 2008

Mana Islam Kita?

Tak sengaja menemukan kembali isi buletin Jumat yang kuambil beberapa hari yang lalu dari Masjid Manaru’l-^Ilmi. Kubaca kembali, dan akhirnya kuulas di sini. Isinya tentang “Pelecehan Nabi Muhammad SAW” lewat karikatur, dan yang lucu, ujung-ujungnya menyimpulkan bahwa sistem kekhalifahan adalah sistem pemerintahan yang terbaik… (Nah, lo… dirunut dari mana itu?). Weleh-weleh…

Namun, bukan dari sisi apakah itu pelecehan atau tidak yang akan kuulas. Memang ya, mungkin sudah perubahan pandangan barangkali, saat beberapa masalah yang mendera negeri kita membutuhkan perhatian, malah perhatian kita tercurah pada masalah-masalah yang sebenarnya bukan masalah yang lebih mendesak.

Salah satu kasus yang tak kuhabis pikir adalah masalah kelaparan di Makasar, Sulawesi Selatan. Besse yang sedang hamil tua dan anaknya seorang tewas terkapar di rumahnya karena kelaparan selama tiga hari, diperparah dengan diare yang diderita. Bayangkan, tiga hari tidak makan, tetangganya tidak ada yang tahu! (Atau mungkin tak mau tahu?) Bahkan, ketua RW-nya berdalih bahwa Basri, suami Besse, tidak pernah melapor kepadanya — padahal sudah sebulan dia tinggal di situ. Lah, masa, sudah sebulan tinggal, ketua RW-nya tidak tahu? Bukankah tamu 24 jam wajib lapor?

Yang lebih lucu — yang ini malah tambah parah, menggelikan — Walikota Makasar, saat diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi kita, berkilah habis-habisan (yang intinya dia mau lari dari tanggung jawab!) bahwa urusan itu bukan pihak pemerintah yang bersalah. Dia memakai argumen inilah, itulah, karena belum lapor lah, belum tercatat sebagai warga Makasar lah, bukan masalah kelaparan — tapi masalah diare akut — lah, dsb. Waw, begitukah figur petinggi kita sekarang???

Ya, tidakkah ingat kalian tentang hadits Nabi Muhammad SAW, yang kira-kira — Insyaallah — berbunyi: “Tidak akan dimasukkan surga, orang yang saat dalam keadaan kenyang, tetangganya dalam keadaan kelaparan.” Ya Tuhan… Bukankah ini yang perlu kita ulas dalam-dalam? Bukankah itu yang perlu kita pikirkan matang-matang, hai orang-orang Islam… Bukankah cinta negeri adalah sebagian dari iman, hai orang-orang yang mengaku Islam…

Sepertinya, menurut pandangan pribadi, Islam sudah tidak mendarah daging dalam otak-otak masyarakat kita semua. Bahkan, ada ungkapan seperti ini: “Orang Islam kita temukan di belahan Timur, sedangkan hakikat Islam kita temukan di belahan Barat”… Ya, benar! Kita, orang Timur yang telah lama memeluk Islam sebagai pegangan erat kita — khususnya Indonesia sebagai negeri berpenduduk Islam terbanyak — , ternyata belum memahami Islam sama sekali! Bayangkan, di belahan mana di negeri Islam yang tidak mengalami masalah korupsi, padahal di dalam nash Quran sudah dijelaskan bahwa korupsi itu haram adanya… Di belahan mana di bumi orang-orang Islam yang bisa dikatakan “bersih”, padahal Nabi Muhammad SAW sudah bersabda “Kebersihan adalah sebagian dari iman”…

Malahan kita disibukkan dengan karikatur Nabi Muhammad SAW dari Jylland Posten. Ya, aku akui, Nabi Muhammad terinjak-injak di situ. Tapi, bukankah semakin terenyuh hati Beliau jika umatnya sendiri yang melecehkan Beliau? Tidak mematuhi amanat Beliau, menjaga Quran dan Hadits dalam segala aspek? –Bahkan, walikota Makasar saja yang sudah menyandang gelar “Haji” masih bisa berkilah seperti itu… —

Mohon, sadarlah wahai orang-orang yang mengaku Islam… Di negerimu sendiri ini Islam sedang sekarat, masihkah engkau mengurusi orang lain? Bukankah lebih mendesak untuk kauperbarui iman rakyat negerimu daripada kauurusi masalah lain? Bukankah jihad demi perbaikan negeri lebih utama daripada demi negeri orang lain? Camkan itu, wahai Saudaraku seiman… Dan tetaplah berdoa, semoga Tuhan mengabulkan…


Responses

  1. Bersyukur saya masih banyak ternyata INSAN yang makn lama semakin SADAR akan MAKNA dari ISLAM.

    Yupz…smoga rintihan Mas Arif juga rekan-rekan BLOGGER lain merupakan ENERGI POSITIF yang ditangkap oleh Alam Semesta beserta isinya sehingga akan menjadikan kita-kita sebagai manusia yang SADAR akan ke ISLAMAN kita.
    Mari kita aplikasikan SALAM dalam kehidupan ini kepada lingkungan terdekat. Salam bukan dalam artian ucapan manis dibibir melainkan dalam bentuk PENGORBANAN akan Materi yg kita miliki. Sehingga dalam jaman ini muncul Abu Bakar2 yg telah mengentaskan BILAL dalam abad ini.
    Smoga…

  2. amin…!

  3. bos koreksi dikit…
    “Kebersihan adalah sebagian dari iman”… ini bukan hadist atau dawuhe kanjeng nabi cuman kata mutiara


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: