Oleh: Arif Budiman | Senin, 24 Maret 2008

Kehilanganku di Dunia Ini…

Aku baru saja — tadi pagi — kehilangan ponsel kesayanganku — yang diberikan, eh dibelikan oleh kakakku dengan susah payah — Waduh… Mati aku… Terus bagaimana aku sekarang tanpa alat komunikasi di tanganku? Argh… Semua berputar-putar di otakku. Tugas, kuliah, teman-teman SMA, semua catatan pentingku… Argh…

Bagiku itu ponsel sangat bermakna, penuh dengan kenangan dan catatan penting (terutama nomer-nomer teman SMA-ku) yang sekarang… entah raib ke mana di bawa sang pencopet. Dan tak dapat kupungkiri, harga yang dikeluarkan untuk ponsel itu, mungkin tidak terlalu besar bagi orang lain, namun sangat besar nominalnya bagiku. Ah… Andai saja aku orang kaya,  tidak akan aku meratap gara-gara cuma kehilangan sebuah ponsel… Namun akulah kebalikannya…

Mungkin sebuah nasihat yang meluncur dari seorang sahabat membuat aku lebih tabah (terima kasih buat yang bersangkutan), saat dari mulutnya terucap: “Terima saja, mungkin sudah takdir Yang Kuasa ponselmu hilang. Ini adalah cobaan-Nya, percayalah bahwa jika kamu tabah Dia akan menggantinya dengan yang lain…”

Iya. Aku pikir-pikir lagi, hanya kehilangan barang sebegitu saja aku sudah tidak karuan bentuknya. Dan sadarnya, ternyata banyak sekali kehilanganku yang lebih parah dari itu, dan aku pun tidak sama sekali meratap karena kehilanganku itu. Mulai dari kehilangan harga diri, kehilangan kepercayaan diri, kehilangan semangat hidup, kehilangan kepercayaan pada orang lain, dan lain-lain hingga kehilangan sosok Sang Pencipta dalam pikiran. Waduh… Sampai separah itu ya? (Apakah mungkin inilah yang dinamakan oleh Nabi penyakit wahn?)

Sampai kepada suatu kesimpulan: belajar menerima sebuah kehilangan, sebelum kehilangan yang — aku yakin — akan membuat diriku goncang terjadi (dan aku belum berpikir jika ini terjadi) yaitu: kehilangan orang tua…


Responses

  1. 3 kata terakhir yang sangat menyentuh…Maka, bersyukurlah dengan apa yang ada pada dirimu saat ini….Apapun berntuk kehilanganmu, suatu saat kau akan merasa bersyukur atas kehilangan itu, pun kehilangan orang tua. Yakin, Rencana Tuhan lebih indah dibanding rencana kita sendiri ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: