Oleh: Arif Budiman | Senin, 24 Maret 2008

Kenangan di Tasik

Aku terdiam di tepi tasik
Pandangi cahya rembulan
Yang merekah dengan gagahnya
Hening
Malam begitu sunyi
Tiada gemerisik jangkrik seperti lazimnya
Hanya desir sang bayu, keras karena heningnya
Menerpa kuntuman bunga padi, bergoyangan

Aduhai, tak kutemukan lagi masa dahulu
Jerit riang bocah-bocah bermainan
Di tepian tasik berkejaran bertelusupan di antara rimbun pepohonan
Lepas penat, mengaji sedari petang

Sesekali terdengar kecipak ikan
Terjerat bubu di tepian tasik
Riaknya gemerlapan, pantulan cahaya rembulan
Sang bocah menghampir, pecah gelegar tawa riang
Aduhai, manalah nian zaman sekarang?

Sang bunga padi kembali bergoyang
Menarikan tarian sepi
Aku tiada bergeming dari tepi tasik
Malam semakin melarut
Hening…
Kembali…

Surabaya, 24 Maret 2008

— Arif —


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: