Oleh: Arif Budiman | Selasa, 25 Maret 2008

Shocktherapy Buat Masyarakat Indonesia

Sehabis baca blognya orang Indonesia yang — aku salut terhadapnya — mampu mengobrak-abrik kemarahan rakyat negerinya sendiri (alamatnya saja ihateindon.***.com). Membaca komentar-komentar di blog tersebut, kok sepertinya sangat bersemangat sekali masyarakat Indonesia mempertahankan harga diri bangsa mereka. Namun, dapat disimpulkan bahwa itu hanya omong thok, tidak ada dalam kenyataan sebenarnya kegiatan nyata mereka.

Ya, kadang juga disesalkan kenapa nasib bangsa yang besar ini terpuruk, bangsa yang dulunya mendiami tanah yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertaraharja ini sekarang sedang sekarat di tanah lahirnya sendiri. Kondisi yang amburadul, pengelolaan sumber daya yang serampangan, adat kesopanan sudah dibuang jauh-jauh, dan lain-lain perkara yang harusnya kalau melihat sejarah tidak mungkin dapat dilakukan oleh bangsa ini, yang sudah beradab tinggi. Namun kenyataan berkata lain.

Pepatah pernah mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang berkaca pada sejarahnya”. Ya, saat ini mungkin kaca itu sudah pecah, terganti oleh poster artis-artis beken mancanegara yang dirasa “lebih patut dikagumi”. Mereka tak ingat, bahwa kaca itulah yang sebenarnya membawa mereka kepada kemerdekaan, kebebasan berperilaku dan berpendapat, dan itu didapatkan dengan susah payah oleh sang pendahulu.

Ingat akan dulu, saat tetua kita bersusah payah merebut kemerdekaan negeri salah satunya adalah dengan didorong oleh keinginan mengulangi kejayaan yang sudah diraih oleh para pendahulu mereka. Namun sekarang, tak lagi menengok ke belakang. Hanya memandang ke depan — walau sebenarnya yang di depan hanya merupakan fatamorgana. Orang-orang lebih ingin menjadikan negeri ini “modern” dalam artian berbasis perindustrian dan perdagangan, hingga melupakan arti pertanian dan kelautan yang semenjak dahulu telah menjadi urat nadi pencaharian rakyat. Dan dengan alasan modernisasi juga, orang-orang mulai meninggalkan budaya adiluhung daerah masing-masing karena anggapan bahwa daerah atau tradisi sama dengan kemunduran.

Ketidaksadaran bangsa Indonesia akan negerinya, memanglah perlu diadakan perlakuan yang sangat bagi bangsa Indonesia umunya, dan terlihat suatu terobosan pemikiran dari si pemilik blog tersebut, men-treatment dengan shock therapy kepada masyarakat. Benar-benar salut buat si pemilik blog. Ya, dan semoga saja yang sudah membaca langsung sadar akan keberadaan bangsanya untuk selanjutnya membuat perubahan ke arah yang lebih baik, tidak hanya marah sesaat semata.


Responses

  1. Yang punya blog ihate….. itu orang Indonesia ya? tau dari mana mas?๐Ÿ™‚

  2. denger2 emang yang punya ihate indon itu memang orang kita sendiri. kalo itu bener, kayaknya dah keterlaluan banget, sdh demikian tega memberikan stigma di jidat bangsa sendiri.

  3. banyak orang indonesia yg sudah mencap bangsanya sendiri yg sepoerti itu๐Ÿ˜ฆ

  4. Tulisan yang bagus mas
    Terlepas dari orang Indonesia atau bukan yang memiliki Ihateindon.. saya tidak heran bila banyak orang tidak suka dengan Indonesia, tapi saya rasa, siapapun yang lahir di indonesia akan selalu merindukan tanah eklahirannya yang indah. Yang membuat hampir kebanyakan orang tidak suka dengan indonesia adalah orang-orang yang menyelenggarakan negeri ini terutama penyelenggara pasca reformasi, yang membuat indonesia tidak ubahnya sebagai negeri salah urus. Banyak orang lupa akan akar sejarahnya, lupa sal usulnya karena terbelalak kemewahan duniawi yang ditawarkan begara-negara barat, yang secara terang2an membawa bangsa ini menjadi bangsa yang selalu mendongak keatas, dan melupakan jati dirinya, bukan bangsa yang menatap kedepan dengan sesekali menunduk untuk menjaga diri agar tidak melupakan jati dirinya sebagai bangsa yang besar.
    Saya rasa, siapapun yang membaca blog itu tidak perlu marah dan mengumpat-umpat dengan kata… sambut pernyataan benci tersebut sebagai โ€œsetrumโ€ untuk menggugah hati dan berkarya secara nyata.. jangan Cuma Om Do.. (omong doang).

  5. sebenarnya saya juga sangat benci dengan indonesia, karena saya begitu sangat mencintai negara ini…๐Ÿ™‚

    sangat mengasyikkan menggunjingkan kesalahan orang lain. tapi mudah-mudahan itu menjadi bahan kritikan yang membangun.

    tinggal langkah nyata yang harus kita lakukan untuk bangsa ini. ayolah, lakukan sesuatu walaupun itu langkah kecil/sederhana…

  6. orang perantauan bilang benci tapi rindu, benci karena semua keamburadulan ada di indonesia ya KKNnya ya Kemacetannya ya Kemiskinannya. Rindu karena indonesia adalah tumpah darah tempat lahir dan dibesarkan, tempat masa depan dan harapan ada disana suatu saat.

  7. Mau apa lagi, kenyataannya kita memang orang indonesia..ha.ha..semangat donk ah..!

  8. >AdityaWirawan
    Hehehe… Kan yang membuat saya… Oh, bukan ya… Dari jenis kata yang digunakan, kalau dia memang bukan orang Indonesia berarti dia orang Melayu yang pernah tinggal di Indonesia

    >Sawali Tuhusetya
    Kan sudah saya bilang Pak, shock therapy!๐Ÿ˜†

    >hanggadamai
    Emang kenyataannya begitu sih…๐Ÿ˜ฅ

    >toeti
    Iya, sepakat! (Tapi, yang saya sesalkan adalah komentar-komentar yang ada di blognya… Sepertinya lebih mendiskreditkan si penulis daripada berusaha menyadari kelemahan bangsanya…๐Ÿ˜ฅ )

    >mybenjeng
    Ya, setuju. Bangun dari diri kita sendiri, dan dari hal yang sepele. Contoh: Tanam sebuah pohon kayu di depan rumah kita masing-masing (coba pikir, bila 1 rumah = 1 pohon, dan ada sekitar seratus jutaan rumah di penjuru Indonesia…)

    >Resi Bismo
    Memang Indonesia tidak ada duanya…

    >Artana
    Iya, memangnya siapa yang bilang kita bukan orang Indonesia???๐Ÿ˜†

  9. salam kenal dari anak desa juga nih… kunjungi http://www.markas-file.blogspot.com boleh dong numpang promosi, thanks

  10. biar dech di bilang negara miskin sama malon tapi yang penting jangan miskin moral yang tidak berperikemanusian seperti malon anjing itu! yang udah menghina bangsa kita dan menginjak harga diri kita!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: