Oleh: Arif Budiman | Senin, 31 Maret 2008

Rindu

Di batas waktu ini aku berdiri
Menanti senja hari
Oh, kapan datangnya
Menanti perjumpaan dengan Sri Rembulan
Kuingin tidur dalam pelukan-Nya
Di bawah sinar terang-Nya
Entah sampai kapan…


Responses

  1. Sri Rembulan teh saha?

  2. Sang Mahaluhur, Sang Pencipta diri kita…

  3. dalam banget neeh…

  4. Loh…mosok gak rumongso rek…
    nek saben dino sampeyan biso Ambeg-an kuwi
    asline yo wis menyatu dalam pelukan-Nya…

    Tarik nafas….berarti Hdup..
    Buang Nafas…berarti…MODIIIIAAARRR…

    Nikmat mana lagi yg musti sampeyan SUWUN…??

  5. @santri gundhul
    dikei ati ngrogo rempelo yo cak…🙂

  6. loh… tak satupun yang sanggup memiliki waktu

  7. kangen ma sp nih??

  8. >smpn1benjeng
    Walah… Sing jeru apane toh???

    >Santri Gundhul
    1. Menjawab komentar: Yah, masalahnya sekarang aku merasa bahwa diri ini buta dari melihat-Nya. Memang dalam setiap hela napas ini akan terdapat dzikir kepada-Nya, tapi akan lebih tenang lagi diriku jika Dia benar-benar terasa dalam bola mataku (bukan wujud-Nya, namun segala rahmat dan kasih-Nya), dan itu yang sangat kunantikan…
    2. Coba deh cermati lagi puisi ini. Dan, coba untuk diinterpretasikan dari sisi lain. Soalnya bukan itu yang aku maksud dalam puisi ini… Kayaknya komentar Cak peyek lebih mengena deh…

    >mybenjeng
    Weleh-weleh… Nik bakasan ngrogoh-ngrogoh aku gak ngerti sih Cak. Sing penting loro-lorone nik digoreng enak…:mrgreen:

    >peyek
    Iya, dan masalahnya waktu bergulir tanpa kita sadari, tanpa kita ketahui kapan berakhirnya…

    >hanggadamai
    Ehem… Baca dong komentar-komentar yang di atas…👿

  9. aku kdg susah kl hrs mnerjemahkan krya2 yg kyk gini…
    cus apresiasi tiap org byk bedanya..

  10. >akafuji
    Hehehe, dinikmati saja Mbak…:mrgreen:

  11. Ku ingin dia menghiasi mimpiku
    mimpi tentang masa depanku
    mimpi tentang indahny dunia
    walaupun tak seindah rupa sang rembulan
    wahai rembulan,
    datanglah
    disini kumenantimu
    dngan segudang harap

  12. Untuk mas pa’i,mas paino dan mas salam cepat2 cari pendamping hidup supaya tidak sering tidur di tikar sekolah.trio libels ni yee….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: