Oleh: Arif Budiman | Sabtu, 12 April 2008

Aji Mumpung, Boleh Tidak Ya?

Semalam kemarin, dari sore sampai jam setengah sepuluh malam, aku masih berkutat dengan laporan pendahuluan praktikumku yang sampai sekarang pun masih belum selesai😛 di laboratorium yang mungkin selama aku kuliah paling sering kukunjungi, lab KOI. Kebetulan aku kebagian komputer paling depan. Sambil mengerjakan, seperti biasa aku iseng-iseng mengunduh video klipnya penyanyi favoritku, Siti Nurhaliza. Tapi… Lama… sekali… Bayangkan, dari mulai menulis laporan sampai aku memutuskan untuk berhenti menulis polahe utegku wis butheg, hanya dapat sekitar 22% dari 100%-nya :angry: . Tidak tahu sih, aku pikir memang koneksinya yang lemot, tapi setelah kutanyakan kepada temanku yang ada dua blok di belakangku, ternyata miliknya kecepatannya lumayan, 3 kilobit per detik, sedangkan punyaku cuma 0,1 kilobit per detik! Akhirnya dengan susah payah dan melalui pertimbangan yang sangat lama… sekali, dan juga karena masih ingin sekali menyaksikan videonya Siti Nurhaliza, dengan semangat Empat-Lima aku putuskan untuk pindah ke sebelah temanku itu (kebetulan komputernya kosong). Dan, w-o-w wow, aku bisa mengunduh banyak sekali video klip di situ, soalnya kecepatannya hampir 3-5 kilobit per detik! Jadi semalam kuhabiskan di situ untuk mengunduh video saja. (Soalnya jarang-jarang loh dapat kecepatan unduh segitu, jadi mumpung ada kesempatan:mrgreen: )

Aji mumpung seperti itu boleh tidak ya? Soalnya aku pernah mendengar tentang Hadits Nabiyul-Lah SAW yang kira-kira berarti: “Mumpung kamu masih diberi lima perkara, gunakan sebaik-baiknya sebelum datang lima yang lain: sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati…” (Al-Hadits). Tapi, aku kalau tidak salah juga pernah mendengar sebuah hadits (agak-agak lupa sih, entah benar atau tidak) bahwa kita harus menyimpan sebagian harta benda untuk keperluan keesokan hari (jadi tidak aji mumpung, ada harta segitu ya dihabiskan segitu). Lah, seperti itu yang mana terus kesimpulannya seperti apa ya? Wal-Laahu A’lam bi’sh-Shawaab…:mrgreen:


Responses

  1. wah cepet juga yach DL diindo, disini kalo pake jaringan sendiri (DC++) bisa 2 Mbit/sec. heheheheh. Diindo sarana net harus dikembangkan lagi, jangan selalu dimonopoli perusahaan besar saja.

  2. aji mumpung yaa tentu saja ga boleh….. itu katanya eyang saya… tapi mumpung download cepet ya ga bisa disamakan dengan aji mumpung. aji mumpung itu kalo saya jangan melampai batas. tinggal penerapan yang mana batas atas apa batas bawah. kalo batas atas ya diturunkan kalo batas bawah ya dinaikkan. kalo negatif ya dikurangi kalo positif ya di tambah

    salam kenal aja.
    maaf itu saya…..lho.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: