Oleh: Arif Budiman | Rabu, 16 April 2008

Malam Ini

Tatap langit malam ini
Bersih tanpa gelayut mega
Dengan silir-silir berembus sang pawana
Menerpa lembar-lembar daun suji
Bergoyang-goyang menari-tari
Bulan pun berseri dengan indahnya
Riangnya mengajak berlena-lena
Oh, sungguh indah malam ini
Namun tiada sama di hati…


Responses

  1. malam ini kenapa cak… ?🙂

  2. kesepian?

  3. kenapa sangat sepi sekali pada hatimu..? kalau begitu mari kita menari diatas rembulan itu….” hehehe..met mlm menjelang subuh….

  4. kok bisa gak sama???
    apa yg bikin gak sama❓

  5. >mybenjeng
    Malam ini… kusendiri… tak ada yang… menemani… (Lah, malah nyanyi Munajat Cinta… Kekekekek….:mrgreen: )

    >peyek
    Ya, kancanana paa Cak, cik gak dhewean…

    >langitjiwa
    Hehehe… Andai saja bulan sedekat itu, pasti aku tidak akan menari diatasnya… Kawah doang soalnya, nggak ada pemandangan yang menarik…:mrgreen:
    Ya, sama-sama… Met sore menjelang Manjing…

    >hanggadamai
    Mmmm… apa ya…? Nyerah deh… Kira-kira jawabannya apa?😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: