Oleh: Arif Budiman | Sabtu, 7 Juni 2008

Wujud Cinta Kepada Bangsa

Kembali lagi saya mempertanyakan sebuah rasa nasionalisme atau rasa cinta kepada tanah air kita. Masih adakah? Dan saya bersemangat, bahwa akhirnya masih ada yang bisa membuktikan bahwa rasa cinta pada budaya buatan negeri sendiri masih melekat di hati beberapa orang.

  1. Tadi siang saya melihat tayangan Televisi Republik Indonesia atau TVRI, di mana di desa Girikerta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam hati masyarakatnya masih terdapat rasa cinta terhadap tanah air utamanya tempat tinggal mereka sendiri, yang diwujudkan dengan upacara pengambilan air dari sendhang panguripan yang ada di wilayah desa mereka. Pengambilan air itu dibarengi dengan arak-arakan hasil bumi yang merupakan wujud rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa, atas karunia-Nya berupa tempat tinggal dan tanaman pertanian (terutama salak yang banyak tumbuh di situ) yang masih memberikan mereka kehidupan. Tengoklah komentar dari salah seorang kepala dukuhnya (desa ini terbagi dalam 13 dukuh): “… ini semua sebenarnya selain untuk mempererat kekeluargaan antarmasyarakat ketigabelas dukuh, juga memberikan dampak positif agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi alam dengan semestinya, mengingat daerah kami ini adalah salah satu daerah resapan air di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Sebisa mungkin kami akan melestarikan alam di sini, saat ini kami sedang mengupayakan penghijauan kembali dengan menanam 1000 batang pohon manggis di penjuru desa…”
  2. Saya awalnya iseng, dengan mencari huruf Jawa di internet. Eh, ternyata bertemu dengan situs induk pembuat perangkat lunaknya. Saya kagum sekali dengan motto yang diusung oleh si pembuat situs: “Basa iku Busananing Bangsa”: Lugas, tapi mengena. Ini sedikit tampilan mukanya:
  3. Nah, jarang bukan sekarang, orang yang mau membela mati-matian membuat huruf daerahnya menjadi huruf yang terkomputasi? Kebanyakan orang hanya memikirkan situs yang menghasilkan uang, uang, dan uang, tanpa berpikir akan kemajuan bangsa dan budayanya.
    Salutnya juga, ternyata dalam senarai huruf-huruf simbol unikode, beberapa huruf daerah Indonesia sudah diterima oleh dunia, di antaranya huruf Bali, Bugis, Batak, dan Sunda. Wow… Kalau saja, semua huruf yang ada di bumi pertiwi kita didata, pasti akan ada… Yang pasti banyak lah, huruf-huruf yang akan memenuhi unikode tersebut…

  4. Dan masih banyak lagi… (soalnya baru dua yang saya temukan hari ini…:mrgreen: )

Itu mereka… Lalu, bagaimana dengan kita?


Responses

  1. apapun karya kita moga2 itu salah satu wujud dari cinta tanah air…

  2. hidup bangsa indonesia….!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: