Oleh: Arif Budiman | Kamis, 12 Juni 2008

Malaikat…

Sebuah hari yang sangat menyenangkan buatku. Hari ini sebuah hari yang membuat aku sangat bersemangat dan bergairah lagi untuk hidup, setelah beberapa lama sebelumnya aku ibarat mayat hidup, yang hidup tanpa tujuan dan arah… Hari di mana tiga orang malaikatku memberikanku aura kehangatannya… Ya, semoga hari ini tidak berlalu begitu saja dampaknya bagi hatiku, dan semoga saja akan teringat sampai seterusnya…

Siang hari ini kakakku berkunjung ke sini (Surabaya, red.)… Walaupun tidak sampai bertatap muka dengannya, tapi dia datang saja aku sudah sangat senang, ternyata aku selama “menghilang” dari rumah masih “diperhatikan” juga… Padahal aku sendiri tak akan kuasa menampakkan mukaku di rumah… Dia berpesan agar segera menghubungi Bapak di rumah. Oh, Bapak… Setelah dua bulan tak bertemu dengan Bapak, rasanya setelah mendengar suaranya di telefon, ingin menangis sejadi-jadinya namun tertahan di tenggorokan… Jadi rindu ingin cepat pulang… Ah, andai saja praktikumku ini sudah selesai sebelum liburan, pasti aku akan lekas-lekas pulang… Tapi… Ah… Sudahlah… Mendengar suaranya saja aku sudah bersemangat kembali. Terima kasih, my lovely Dad… (He is my 1# angel, and can’t be changed by another people🙂 )

Sorenya aku yang berkunjung ke my 2# angel. Kawan lama sih, bisa dibilang akrab. Dengannya aku sangat lega bisa menceritakan beberapa permasalahanku (walau tidak semuanya:mrgreen: ), dan dia memberikan aku beberapa nasihat yang lumayan melegakan perasaanku. Dan, dari dia juga Tuhan membukakan mata hatiku, bahwa ternyata aku juga mempunyai daya tarik buat seorang wanita (nah lo… :mrgreen). Hehehe, jujur saja selama ini aku merasa diriku ini so imperfect bagi seorang wanita, dan kuanggap wanita yang memilihku itu (bercanda, red.) buta warna dan rabun jauh sekaligus…:mrgreen: Tapi, dari dia akhirnya aku tahu, bahwa aku sebeanrnya mempunyai sebuah kelebihan yang dari mata seorang wanita menjadi nilai tambah bagi diriku…:mrgreen: Ah, sudah ah… itu masa lalu… Soalnya sekarang yang suka sama aku itu sudah punya pacar…:mrgreen:

That’s my 2# angel. Yang 3# angel ini tak kusangka-sangka datangnya. Bahkan namanya siapa pun aku tak tahu. Ceritanya, aku pulang dengan berjalan kaki dari rumah 2# angel-ku itu. Kemudian aku didekati oleh sebuah mobil yang entah pelat nomernya berapa. Aku dipanggil oleh bapak-bapak dari dalam mobil (yang tak lain adalah 3# angel-ku), dan aku diajak untuk menumpang mobilnya. “Demi Allah, Li’l-Lahi Ta*ala, Nak…” Katanya meyakinkanku. Sebenarnya sih tidak enak menumpang mobil orang, apalagi kepada orang yang tidak kenal seperti itu. Bukannya sombong tidak mau menumpang, tapi takut merepotkan. Tapi, yah, teringat kata Bapakku “Biarkan orang lain untuk berbuat baik kepadamu, karena jika kita membiarkan orang lain berbuat baik kepada kita, tidak hanya orang itu yang dapat pahala, kita juga…”. Akhirnya tak kutolak tawaran itu. Dan, sampai di Keputih dia mengantarkan. Ah, my 3# angel… Darimu aku bisa tahu bahwa tidak semua orang di dunia ini, apalagi di Surabaya ini, egois… Dan, teriring doa supaya rejeki Bapak lancar…
Ya. Itulah ketiga malaikat pembawa kebahagiaanku hari ini. Semoga akan muncul malaikat-malaikat berikutnya dalam hari-hariku…


Responses

  1. masih ada juga yah orang2 seperti 3#…🙂

  2. Kalo kesini, mas boleh numpang ma aku ko’ hehe berarti aku angel ke 4 dong…….Kirain melarikan diri dari rumah gitu….

  3. >mybenjeng
    Iya sih… Aku juga agak terkejut… :-O

    >Rita
    Hehehe… Boleh… Boleh…👿

  4. Woooow….ceritane dah MANDIRI toh…
    bagus..bagus..Ayam saja juga getoh kok…hiks..hiks..masak dipadhakno karo Pitek, rek..rek..

    Jadi inget perjalanan hidupku kala itu lepas SMA, aku dikon MINGGAT karo Bapakku. Pedahal aku anak bontot yang kebetulan mas-masku dah pada kerja semua dan bapakpun masih dapet pensiunan ABRI. Artinya kalau hanya untuk gawe mangan sak bendinone wong telu ( alu, bapak lan mbok ) isih turah-turah. Tapi kenopo Bapak kok ngongkon aku MINGGAT..??. Pesan singkatnya mung ngene. Le…kowe cah LANANG..ora bakal KALIREN neng PARAN. Mongko tinimbang kowe nggulet neng omah koyo KUCING, wes kono MINGGATO wae kowe soko omah. Mengko oleh mulih nek wes kowe oleh kerjaan. Biyuh-biyuh…rasane koyo disamber BLEDHEG wae…rep minggat nandi aku Pak-e..?? wong KLUYURAN wae gak pernah je. Akhire gak pake nangis-nangisan aku minggat tenanan oro ono tujuan sing mesthi, pokok-e MINGGAT…!!.

  5. > Santri Gundhul
    Lah, ini bukan Bapak yang ngengken, tapi akunya sendiri yang agak <> Bukan minggat juga sih, lah wong cuma gak bisa hubungan selama 2 bulan aja kok… Hehee…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: